{"id":1170,"date":"2022-09-16T06:09:59","date_gmt":"2022-09-16T06:09:59","guid":{"rendered":"https:\/\/siregarlita.wordpress.com\/?p=1170"},"modified":"2023-02-18T14:01:29","modified_gmt":"2023-02-18T07:01:29","slug":"bolehkah-meminta-pengembalian-down-payment-bila-terdapat-wanprestasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/bolehkah-meminta-pengembalian-down-payment-bila-terdapat-wanprestasi\/","title":{"rendered":"BOLEHKAH MEMINTA PENGEMBALIAN DOWN PAYMENT BILA TERDAPAT WANPRESTASI?\u00a0"},"content":{"rendered":"<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Dalam transaksi komersial, seringkali diatur kewajiban pembayaran Uang Muka (Down Payment \u2013 DP) oleh Pembeli kepada Penjual. Lebih lanjut, diatur pula bahwa apabila transaksi tidak terlaksana, maka Penjual tidak berkewajiban mengembalikan DP kepada Pembeli.<br \/><br \/>Pengaturan mengenai tidak adanya kewajiban penjual mengembalikan DP kepada pembeli tersebut sebenarnya sejalan dengan ketentuan dalam Pasal 1464 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) yang berbunyi:<br \/><br \/><em>\u201cjika pembelian dilakukan dengan memberi Uang Panjar, maka salah satu pihak tidak dapat membatalkan pembelian itu dengan menyuruh memiliki atau mengembalikan uang panjarnya\u201d<\/em><br \/><br \/>Ketentuan Pasal 1464 tersebut bermakna bahwa pembatalan sepihak perjanjian oleh salah satu pihak tidak dapat dijadikan dasar permintaan pengembalian DP dari pihak lainnya, kecuali tercapai kesepakatan pengembalian oleh kedua belah pihak.<br \/><br \/>Namun, bagaimana bila salah satu pihak wanprestasi?. Menjawab pertanyaan tersebut, setidaknya terdapat 2 putusan yang dapat dijadikan rujukan:<br \/><br \/><strong>1.<\/strong>\u00a0P<strong>utusan Mahkamah Agung RI No.2661K\/Perdata\/2004 tanggal 28 Februari 2006.<br \/><\/strong><br \/><em>a. Norma: <\/em><br \/>Penjual tidak wajib mengembalikan Uang Panjar, apabila Pembeli wanprestasi<br \/><br \/><em>b.Bunyi putusan:<br \/>&#8220;&#8230;karena ternyata Penggugat\/Terbanding wanprestasi telah tidak membayar kekurangan sisa pembayarannya sebesar Rp. 375.000.000,- (tiga ratus tujuh puluh lima juta rupiah) sampai tanggal yang disepakati yaitu tanggal 22 Maret 2003,\u00a0maka menurut kebiasaan dalam dunia bisnis\/perdagangan pihak Tergugat\/Pembanding tidak punya kewajiban untuk mengembalikan pembayaran uang muka tersebut kepada Penggugat\/Terbanding\u201d<br \/><\/em><br \/><strong>2.\u00a0Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Karang No.5\/Pdt.G\/2015\/PN.Tjk tanggal 21 Agustus 2015<\/strong><br \/><em>a.\u00a0Norma:<br \/><\/em>(i)\u00a0Penjual tidak wajib mengembalikan Uang Panjar apabila wanprestasi dilakukan oleh Pembeli.<br \/>(ii)\u00a0\u00a0Penjual wajib mengembalikan Uang Panjar dan seluruh biaya yang dikeluarkan oleh Pembeli apabila wanprestasi dilakukan oleh Penjual<br \/><br \/><em>b.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Bunyi Putusan:<br \/>\u201cBahwa oleh karena tidak dapat dibatalkan secara sepihak maka apabila pembatalan tersebut karena Penjual wanprestasi maka ia harus mengembalikan uang panjar beserta biaya yang telah dikeluarkan kepada pembeli,\u00a0sedang apabila pembatalan tersebut karena perbuatan wanprestasi dari pembeli maka Penjual tidak wajib mengembalikan uang panjar\u00a0(lihat Putusan MA.RI. Nomor 2661 K\/Perdata\/2004)\u201d\u00a0<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Catatan:<br \/>1. Istilah yang digunakan dalam KUHPerdata bukanlah Down Payment atau Uang Muka, namun Uang Panjar.<br \/>2. Putusan telah berkekuatan hukum tetap.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>#uangpanjar<\/strong> <strong>#downpayment<\/strong> <strong>#kuhperdata<\/strong> <strong>#uangmuka<\/strong> <strong>#pengembalian<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam transaksi komersial, seringkali diatur kewajiban pembayaran Uang Muka (Down Payment \u2013 DP) oleh Pembeli kepada Penjual. Lebih lanjut, diatur pula bahwa apabila transaksi tidak terlaksana, maka Penjual tidak berkewajiban mengembalikan DP kepada Pembeli. Pengaturan mengenai tidak adanya kewajiban penjual mengembalikan DP kepada pembeli tersebut sebenarnya sejalan dengan ketentuan dalam Pasal 1464 Kitab Undang-Undang Hukum [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":1173,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[],"class_list":["post-1170","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kontrak-dan-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1170","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1170"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1170\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2030,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1170\/revisions\/2030"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1173"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1170"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}