{"id":3301,"date":"2025-07-01T14:18:05","date_gmt":"2025-07-01T07:18:05","guid":{"rendered":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/?p=3301"},"modified":"2025-07-01T14:18:05","modified_gmt":"2025-07-01T07:18:05","slug":"%e2%9a%96%ef%b8%8f-game-changer-pp-28-2025-kbli-pendukung-kini-bisa-jadi-sumber-pendapatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/%e2%9a%96%ef%b8%8f-game-changer-pp-28-2025-kbli-pendukung-kini-bisa-jadi-sumber-pendapatan\/","title":{"rendered":"\u2696\ufe0f Game Changer PP 28\/2025: KBLI Pendukung Kini Bisa Jadi Sumber Pendapatan"},"content":{"rendered":"<p>Selama ini, KBLI Pendukung kerap dianggap sebagai elemen administratif belaka\u2014sekadar pelengkap dalam proses perizinan OSS, bukan sesuatu yang memiliki bobot strategis dalam model bisnis perusahaan. Namun, terbitnya <strong data-start=\"460\" data-end=\"502\">Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2025<\/strong> menjadi titik balik penting yang merevolusi pemahaman kita terhadap peran KBLI Pendukung<\/p>\n<h2 data-start=\"594\" data-end=\"635\"> <em data-start=\"600\" data-end=\"635\">Paradigma Lama vs. Paradigma Baru<\/em><\/h2>\n<p data-start=\"637\" data-end=\"762\">Di bawah rezim <strong data-start=\"652\" data-end=\"675\">PP No. 5 Tahun 2021<\/strong>, KBLI Pendukung diposisikan secara pasif. Pasal 187 menyatakan secara eksplisit bahwa:<\/p>\n<blockquote data-start=\"764\" data-end=\"832\">\n<p data-start=\"766\" data-end=\"832\">\u201cKBLI Pendukung tidak boleh menjadi sumber pendapatan perusahaan.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"834\" data-end=\"1156\">Artinya, kegiatan usaha yang dikategorikan sebagai &#8220;pendukung&#8221; hanya dapat dilakukan sebatas menunjang kegiatan utama dan tidak boleh menghasilkan revenue tersendiri. Ini menimbulkan batasan signifikan, khususnya bagi perusahaan yang ingin membangun infrastruktur pendukung lebih dahulu atau menguji pasar secara bertahap.<\/p>\n<p data-start=\"1158\" data-end=\"1295\">Kini, melalui <strong data-start=\"1172\" data-end=\"1215\">Pasal 210 ayat (3) PP No. 28 Tahun 2025<\/strong>, pendekatan tersebut dirombak total. Disebutkan bahwa kegiatan usaha pendukung:<\/p>\n<ol data-start=\"1297\" data-end=\"1512\">\n<li data-start=\"1297\" data-end=\"1354\">\n<p data-start=\"1300\" data-end=\"1354\">Tergolong sebagai pendukung dari kegiatan usaha utama;<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1355\" data-end=\"1416\">\n<p data-start=\"1358\" data-end=\"1416\"><strong data-start=\"1358\" data-end=\"1411\">Dapat menjadi sumber pendapatan bagi pelaku usaha<\/strong>; dan<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1417\" data-end=\"1512\">\n<p data-start=\"1420\" data-end=\"1512\"><strong data-start=\"1420\" data-end=\"1512\">Dapat dilakukan dan diselesaikan terlebih dahulu, bahkan sebelum kegiatan utama dimulai<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2 data-start=\"1514\" data-end=\"1563\"> <em data-start=\"1520\" data-end=\"1563\">Apa Makna Substansial dari Perubahan Ini?<\/em><\/h2>\n<p data-start=\"1565\" data-end=\"1821\">Perubahan ini membuka ruang fleksibilitas yang sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha, terutama yang bergerak di sektor inovatif, padat teknologi, atau dengan struktur operasi bertahap. Beberapa skenario nyata yang kini mendapat legitimasi hukum, antara lain:<\/p>\n<ul data-start=\"1823\" data-end=\"2280\">\n<li data-start=\"1823\" data-end=\"1946\">\n<p data-start=\"1825\" data-end=\"1946\">Perusahaan dapat <strong data-start=\"1842\" data-end=\"1896\">mengoperasikan unit logistik internal lebih dahulu<\/strong>, sekaligus menyewakan layanannya ke pihak ketiga.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1947\" data-end=\"2052\">\n<p data-start=\"1949\" data-end=\"2052\">Divisi <strong data-start=\"1956\" data-end=\"1978\">pelatihan atau R&amp;D<\/strong> dapat dibuka lebih awal dan memperoleh pendapatan dari layanan eksternal.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2053\" data-end=\"2153\">\n<p data-start=\"2055\" data-end=\"2153\"><strong data-start=\"2055\" data-end=\"2103\">Pengembangan dan monetisasi aplikasi digital<\/strong> tidak perlu menunggu kegiatan utama dilaksanakan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2154\" data-end=\"2280\">\n<p data-start=\"2156\" data-end=\"2280\"><strong data-start=\"2156\" data-end=\"2196\">Pergudangan dan fasilitas distribusi<\/strong> dapat beroperasi secara komersial terlebih dahulu sebagai business unit tersendiri.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2282\" data-end=\"2444\">Dengan kata lain, KBLI Pendukung tak lagi dipandang sebagai &#8220;penonton&#8221;, tetapi dapat tampil sebagai &#8220;pemain cadangan&#8221; yang siap masuk lebih dulu dan mencetak gol.<\/p>\n<h2 data-start=\"2446\" data-end=\"2514\">\u26a0\ufe0f <em data-start=\"2452\" data-end=\"2514\">Tapi&#8230; Bagaimana Dengan Pencantuman di Anggaran Dasar (AD)?<\/em><\/h2>\n<p data-start=\"2516\" data-end=\"2666\">Terlepas dari terobosan besar ini, ada satu ruang abu-abu yang belum disentuh secara eksplisit, baik dalam PP No. 5\/2021 maupun PP No. 28\/2025, yaitu:<\/p>\n<blockquote data-start=\"2668\" data-end=\"2775\">\n<p data-start=\"2670\" data-end=\"2775\"><em data-start=\"2670\" data-end=\"2775\">Dalam hal apa saja KBLI (baik utama maupun pendukung) harus dimasukkan dalam Anggaran Dasar perusahaan?<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3 data-start=\"2777\" data-end=\"2802\"> Praktik Sebelumnya<\/h3>\n<p data-start=\"2804\" data-end=\"3062\">Selama ini, pencantuman KBLI dalam AD terbatas pada <strong data-start=\"2856\" data-end=\"2870\">KBLI Utama<\/strong>, yaitu yang mencerminkan core business dan revenue stream utama perusahaan. Hal ini sejalan dengan persyaratan teknis dalam sistem AHU Kementerian Hukum dan HAM serta integrasinya dengan OSS.<\/p>\n<p data-start=\"3064\" data-end=\"3177\">Namun dengan PP No. 28\/2025 yang memperbolehkan KBLI Pendukung menghasilkan pendapatan, muncul pertanyaan serius:<\/p>\n<blockquote data-start=\"3179\" data-end=\"3276\">\n<p data-start=\"3181\" data-end=\"3276\"><em data-start=\"3181\" data-end=\"3276\">Jika KBLI Pendukung menjadi revenue stream, apakah pencantumannya dalam AD menjadi keharusan?<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3 data-start=\"3278\" data-end=\"3304\"> Kenapa Ini Penting?<\/h3>\n<p data-start=\"3306\" data-end=\"3520\">Saya pribadi berpendapat bahwa pencantuman KBLI\u2014baik utama maupun pendukung\u2014dalam AD merupakan langkah <strong data-start=\"3409\" data-end=\"3435\">berhati-hati (prudent)<\/strong> yang perlu dipertimbangkan serius, terutama jika KBLI tersebut akan digunakan untuk:<\/p>\n<ul data-start=\"3522\" data-end=\"3713\">\n<li data-start=\"3522\" data-end=\"3557\">\n<p data-start=\"3524\" data-end=\"3557\"><strong data-start=\"3524\" data-end=\"3557\">Mendapatkan kontrak komersial<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3558\" data-end=\"3603\">\n<p data-start=\"3560\" data-end=\"3603\"><strong data-start=\"3560\" data-end=\"3603\">Melakukan transaksi keuangan signifikan<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3604\" data-end=\"3662\">\n<p data-start=\"3606\" data-end=\"3662\"><strong data-start=\"3606\" data-end=\"3662\">Mewakili kegiatan operasional dalam laporan keuangan<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3663\" data-end=\"3713\">\n<p data-start=\"3665\" data-end=\"3713\"><strong data-start=\"3665\" data-end=\"3713\">Mengakses pembiayaan atau investor eksternal<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3715\" data-end=\"3897\">Dengan kata lain, pencantuman KBLI dalam AD bukan hanya soal kepatuhan administratif, melainkan bagian dari <em data-start=\"3823\" data-end=\"3850\">good corporate governance<\/em> dan transparansi kepada stakeholder, termasuk:<\/p>\n<ul data-start=\"3899\" data-end=\"4016\">\n<li data-start=\"3899\" data-end=\"3922\">\n<p data-start=\"3901\" data-end=\"3922\">Direksi dan komisaris<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3923\" data-end=\"3950\">\n<p data-start=\"3925\" data-end=\"3950\">Konsumen dan mitra bisnis<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3951\" data-end=\"3980\">\n<p data-start=\"3953\" data-end=\"3980\">Bank dan lembaga pembiayaan<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3981\" data-end=\"4016\">\n<p data-start=\"3983\" data-end=\"4016\">Otoritas perpajakan dan regulator<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h2 data-start=\"4018\" data-end=\"4063\"> Kesimpulan: Menanti Sinkronisasi Sistem<\/h2>\n<p data-start=\"4065\" data-end=\"4337\">Kita belum melihat bagaimana OSS-RBA, sistem AHU Kemenkumham, serta LKPM oleh BKPM akan merespons perubahan ini secara teknis. Apakah mereka akan mewajibkan pencantuman KBLI Pendukung yang menghasilkan revenue ke dalam AD? Apakah akan ada validasi silang yang lebih ketat?<\/p>\n<p data-start=\"4339\" data-end=\"4427\">Sampai ada petunjuk teknis lebih lanjut, prinsip kehati-hatian tetap harus dikedepankan.<\/p>\n<p data-start=\"4434\" data-end=\"4476\"><strong data-start=\"4434\" data-end=\"4476\"> Catatan Penting untuk Pelaku Usaha:<\/strong><\/p>\n<blockquote data-start=\"4478\" data-end=\"4761\">\n<p data-start=\"4480\" data-end=\"4761\">Jika Anda memiliki KBLI Pendukung yang <em data-start=\"4519\" data-end=\"4554\">potensial menghasilkan pendapatan<\/em>, pertimbangkan untuk <strong data-start=\"4576\" data-end=\"4627\">memasukkan KBLI tersebut ke dalam AD perusahaan<\/strong> agar tidak menimbulkan keraguan hukum di kemudian hari\u2014baik dalam aspek legalitas kontrak, perpajakan, maupun transparansi korporasi.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"4768\" data-end=\"4808\"><strong data-start=\"4768\" data-end=\"4808\"> Saran Implementasi Jangka Pendek:<\/strong><\/p>\n<ol data-start=\"4810\" data-end=\"5147\">\n<li data-start=\"4810\" data-end=\"4856\">\n<p data-start=\"4813\" data-end=\"4856\"><strong data-start=\"4813\" data-end=\"4848\">Tinjau kembali daftar KBLI Anda<\/strong> di OSS.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4857\" data-end=\"4944\">\n<p data-start=\"4860\" data-end=\"4944\"><strong data-start=\"4860\" data-end=\"4891\">Identifikasi KBLI Pendukung<\/strong> yang memiliki atau akan memiliki potensi pendapatan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4945\" data-end=\"5020\">\n<p data-start=\"4948\" data-end=\"5020\"><strong data-start=\"4948\" data-end=\"4976\">Kaji ulang AD perusahaan<\/strong> bersama konsultan hukum untuk menyesuaikan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5021\" data-end=\"5147\">\n<p data-start=\"5024\" data-end=\"5147\">Dokumentasikan dasar perubahan dan potensi pendapatan dari setiap KBLI sebagai bagian dari manajemen risiko dan compliance.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"5154\" data-end=\"5249\">Demikian, semoga bermanfaat!\u00a0<strong data-start=\"5154\" data-end=\"5249\"><\/p>\n<p>#KBLI #OSS #PP282025 #PerizinanBerusaha #GCG #LegalCompliance #TataKelolaUsaha #PMA #OSSRBA<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selama ini, KBLI Pendukung kerap dianggap sebagai elemen administratif belaka\u2014sekadar pelengkap dalam proses perizinan OSS, bukan sesuatu yang memiliki bobot strategis dalam model bisnis perusahaan. Namun, terbitnya Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2025 menjadi titik balik penting yang merevolusi pemahaman kita terhadap peran KBLI Pendukung Paradigma Lama vs. Paradigma Baru Di bawah rezim PP No. [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3303,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[209],"class_list":["post-3301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-perusahaan-dan-penanaman-modal","tag-kbli-oss-pp282025-perizinanberusaha-gcg-legalcompliance-tatakelolausaha-pma-ossrba"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3301"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3301\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3305,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3301\/revisions\/3305"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3303"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}