{"id":3357,"date":"2025-08-07T11:51:46","date_gmt":"2025-08-07T04:51:46","guid":{"rendered":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/?p=3357"},"modified":"2025-08-07T11:53:05","modified_gmt":"2025-08-07T04:53:05","slug":"bagaimana-menentukan-modal-dasar-dan-modal-disetor-dalam-perusahaan-induk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/bagaimana-menentukan-modal-dasar-dan-modal-disetor-dalam-perusahaan-induk\/","title":{"rendered":"BAGAIMANA MENENTUKAN MODAL DASAR DAN MODAL DISETOR DALAM PERUSAHAAN INDUK?"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201cBu Lita, owner kami memutuskan untuk membentuk satu perusahaan induk untuk mempermudah pengendalian terhadap perusahaan-perusahaan yang sudah berdiri. Tapi, kalau perusahaan induk baru dibuat belakangan kayak gini, modalnya berapa ya, Bu?&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p data-start=\"444\" data-end=\"921\">Pertanyaan seperti ini sangat umum muncul di meja diskusi hukum dan bisnis ketika sebuah grup usaha ingin melakukan restrukturisasi. Pendirian holding company (perusahaan induk) memang menjadi strategi yang makin banyak dipilih, tidak hanya oleh konglomerasi, tetapi juga oleh perusahaan-perusahaan keluarga yang ingin merapikan struktur kepemilikan mereka, memisahkan aset pribadi dan bisnis, serta memperkuat governance untuk ekspansi atau kerja sama strategis di masa depan.<\/p>\n<p data-start=\"923\" data-end=\"1197\">Namun, pertanyaan mendasar seperti \u201cberapa besar modal yang perlu disetor saat mendirikan holding?\u201d bukan hanya soal angka. Ini menyangkut strategi kepemilikan, ketepatan pelaporan, fleksibilitas usaha, hingga persepsi pihak eksternal terhadap kekuatan bisnis yang dibangun.<\/p>\n<p data-start=\"1199\" data-end=\"1430\">Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam bagaimana menentukan modal dasar dan modal disetor dalam pendirian perusahaan induk, mulai dari dasar hukumnya, praktik notariat, hingga pertimbangan bisnis dan regulasi sektor.<\/p>\n<h2 data-start=\"1437\" data-end=\"1502\"><strong data-start=\"1440\" data-end=\"1502\">1. Pemahaman Dasar: Apa Itu Modal Dasar dan Modal Disetor?<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"1504\" data-end=\"1607\">Sebelum masuk ke praktik penentuan modal dalam perusahaan induk, mari kita pahami dulu konsep dasarnya.<\/p>\n<h3 data-start=\"1609\" data-end=\"1627\"><strong>a. Modal Dasar<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1629\" data-end=\"1847\">Modal dasar adalah jumlah maksimum saham yang dapat diterbitkan oleh perseroan sesuai anggaran dasarnya. Ini bukan uang riil yang harus disetor langsung, melainkan batas maksimum yang disepakati untuk penerbitan saham.<\/p>\n<p data-start=\"1849\" data-end=\"1942\"><em data-start=\"1852\" data-end=\"1866\">Dasar hukum:<\/em> Pasal 31 ayat (1) UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (\u201cUUPT\u201d) sebagaimana diubah melalui UU No.6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (&#8220;UUCK&#8221;).<\/p>\n<h3 data-start=\"1944\" data-end=\"1980\">b. Modal Ditempatkan dan Disetor<\/h3>\n<p data-start=\"1982\" data-end=\"2141\">Dari modal dasar tersebut, pendiri wajib menyatakan berapa yang akan ditempatkan (dijanjikan akan dimiliki) dan disetor (dibayar tunai atau dalam bentuk lain).<\/p>\n<p data-start=\"2143\" data-end=\"2244\"><em data-start=\"2146\" data-end=\"2171\">Pasal 33 ayat (1) UUPT:<\/em> Paling sedikit 25% dari modal dasar harus ditempatkan dan disetor penuh.<\/p>\n<p data-start=\"2246\" data-end=\"2375\">Contoh:<br data-start=\"2253\" data-end=\"2256\" \/>Jika modal dasar Rp10 miliar, maka paling sedikit Rp2,5 miliar harus ditempatkan dan disetor penuh pada saat pendirian.<\/p>\n<p data-start=\"2377\" data-end=\"2523\">Namun, ketentuan ini mengalami perubahan penting setelah diberlakukannya <strong data-start=\"2450\" data-end=\"2494\">UUCK<\/strong>\u00a0dan <strong data-start=\"2499\" data-end=\"2522\">PP No. 8 Tahun 2021<\/strong>.<\/p>\n<h2 data-start=\"2530\" data-end=\"2597\"><strong data-start=\"2533\" data-end=\"2597\">2. Perubahan Penting: UU Cipta Kerja dan PP No. 8 Tahun 2021<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"2599\" data-end=\"2734\">Salah satu <em data-start=\"2610\" data-end=\"2624\">game-changer<\/em> dalam penentuan modal adalah dicabutnya ketentuan batas minimal modal dasar sebesar Rp50 juta untuk PT biasa.<\/p>\n<p data-start=\"2736\" data-end=\"2801\">Kini, berdasarkan <strong data-start=\"2754\" data-end=\"2777\">PP No. 8 Tahun 2021<\/strong>, penentuan modal dasar:<\/p>\n<ul data-start=\"2803\" data-end=\"2905\">\n<li data-start=\"2803\" data-end=\"2854\">\n<p data-start=\"2805\" data-end=\"2854\"><strong data-start=\"2805\" data-end=\"2851\">Diserahkan kepada kesepakatan para pendiri<\/strong>,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2855\" data-end=\"2905\">\n<p data-start=\"2857\" data-end=\"2905\">Kecuali ditentukan lain oleh peraturan sektoral.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2907\" data-end=\"3125\">Ini artinya, tidak ada lagi ketentuan nominal absolut yang mengikat untuk besaran modal dasar. Anda bisa mendirikan PT dengan modal dasar Rp10 juta, asalkan memenuhi 25% penyetoran dan tidak melanggar ketentuan khusus.<\/p>\n<p data-start=\"3127\" data-end=\"3248\">Namun, ketika kita bicara tentang <strong data-start=\"3161\" data-end=\"3181\">perusahaan induk<\/strong>, pendekatan &#8220;minimalis&#8221; seperti itu bisa jadi bukan pilihan tepat.<\/p>\n<p data-start=\"3250\" data-end=\"3258\">Mengapa?<\/p>\n<p data-start=\"3260\" data-end=\"3442\">Karena tujuan pendirian holding bukan hanya agar PT berdiri sah menurut hukum, tetapi untuk mewakili kekuatan pengendalian, aset strategis, dan kesiapan menghadapi ekspansi ke depan.<\/p>\n<h2 data-start=\"3449\" data-end=\"3512\"><strong data-start=\"3452\" data-end=\"3512\">3. Pertimbangan Strategis dalam Menentukan Modal Holding<\/strong><\/h2>\n<h3 data-start=\"3514\" data-end=\"3547\">a. <strong data-start=\"3521\" data-end=\"3547\">Pembuktian Sumber Dana<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"3549\" data-end=\"3699\">Pada tahap pendirian, <strong data-start=\"3571\" data-end=\"3613\">N<\/strong>otaris akan meminta bukti sumber dana yang digunakan untuk menyetor modal \u2014 baik berupa uang tunai maupun aset (<em data-start=\"3688\" data-end=\"3697\">inbreng<\/em>).<\/p>\n<p data-start=\"3701\" data-end=\"3744\">Beberapa bentuk bukti yang umumnya diminta:<\/p>\n<ul data-start=\"3746\" data-end=\"3957\">\n<li data-start=\"3746\" data-end=\"3799\">\n<p data-start=\"3748\" data-end=\"3799\">SPT Tahunan (jika pemilik modal adalah perorangan),<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3800\" data-end=\"3838\">\n<p data-start=\"3802\" data-end=\"3838\">Bukti transfer atau mutasi rekening,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3839\" data-end=\"3895\">\n<p data-start=\"3841\" data-end=\"3895\">Laporan keuangan audit (jika berasal dari perusahaan),<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3896\" data-end=\"3957\">\n<p data-start=\"3898\" data-end=\"3957\">Valuasi independen (jika aset berupa properti, saham, dll).<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3959\" data-end=\"3978\">Kenapa ini penting?<\/p>\n<p data-start=\"3980\" data-end=\"4308\">Karena jika di kemudian hari perusahaan melakukan IPO atau membuka diri untuk investor baru, <strong data-start=\"4073\" data-end=\"4102\">legal due diligence (LDD)<\/strong> dan <strong data-start=\"4107\" data-end=\"4140\">financial due diligence (FDD)<\/strong> akan menilai validitas penyetoran modal tersebut. Penyetor modal yang tidak bisa membuktikan asal usulnya dapat menjadi red flag dalam proses audit maupun investigasi.<\/p>\n<blockquote data-start=\"4310\" data-end=\"4495\">\n<p data-start=\"4312\" data-end=\"4495\"><strong data-start=\"4315\" data-end=\"4335\">Catatan penting:<\/strong> Transparansi sumber dana akan meningkatkan nilai kredibilitas perusahaan, sekaligus menunjukkan kepatuhan terhadap prinsip <strong data-start=\"4459\" data-end=\"4494\">Good Corporate Governance (GCG)<\/strong>.<\/p>\n<\/blockquote>\n<h3 data-start=\"4502\" data-end=\"4542\">b. <strong data-start=\"4509\" data-end=\"4542\">Tujuan Usaha Perusahaan Induk<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"4544\" data-end=\"4594\">Holding didirikan biasanya untuk dua tujuan utama:<\/p>\n<ol data-start=\"4596\" data-end=\"4710\">\n<li data-start=\"4596\" data-end=\"4658\">\n<p data-start=\"4599\" data-end=\"4658\"><strong data-start=\"4599\" data-end=\"4632\">Mengendalikan perusahaan anak<\/strong> melalui penguasaan saham;<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4659\" data-end=\"4710\">\n<p data-start=\"4662\" data-end=\"4710\"><strong data-start=\"4662\" data-end=\"4710\">Melakukan konsolidasi laporan keuangan grup.<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"4712\" data-end=\"4852\">Agar dua tujuan ini tercapai secara efektif, maka perusahaan induk idealnya memiliki <strong data-start=\"4797\" data-end=\"4818\">minimal 51% saham<\/strong> di masing-masing anak perusahaan.<\/p>\n<p data-start=\"4854\" data-end=\"4870\">Dengan demikian:<\/p>\n<ul data-start=\"4872\" data-end=\"5133\">\n<li data-start=\"4872\" data-end=\"4989\">\n<p data-start=\"4874\" data-end=\"4989\">Modal disetor perusahaan induk harus mencerminkan nilai minimal 51% dari akumulasi nilai saham anak perusahaan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4990\" data-end=\"5133\">\n<p data-start=\"4992\" data-end=\"5133\">Ini akan memudahkan proses konsolidasi keuangan, karena prinsip akuntansi umumnya mengakui entitas anak jika dikendalikan lebih dari 50%.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"5140\" data-end=\"5186\">c. <strong data-start=\"5147\" data-end=\"5186\">KBLI dan Syarat Permodalan Sektoral<\/strong><\/h3>\n<p>Penting untuk diperhatikan, apabila perusahaan induk juga akan menjalankan kegiatan usaha secara aktif \u2014 tidak hanya sebatas pengendalian atas anak perusahaan \u2014 maka KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang digunakan oleh perusahaan induk tersebut harus ditelaah secara cermat. Hal ini karena tidak semua KBLI bebas dari ketentuan mengenai modal minimum; beberapa KBLI mensyaratkan modal disetor tertentu sebagaimana ditetapkan oleh peraturan sektoral.<\/p>\n<p data-start=\"5342\" data-end=\"5349\">Contoh:\u00a0 KBLI 64910 \u2013 Usaha Pembiayaan, diatur oleh POJK No. 47\/POJK.05\/2020 \u2192 Syarat modal disetor minimal Rp250 miliar.<\/p>\n<h3 data-start=\"5966\" data-end=\"6035\">d. <strong data-start=\"5973\" data-end=\"6035\">Skala Usaha: Pengaruh terhadap Kepatuhan dan Akses Program<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"6037\" data-end=\"6112\">Skala usaha adalah aspek yang sering diabaikan tetapi sangat strategis.<\/p>\n<p data-start=\"6114\" data-end=\"6177\">Menurut <strong data-start=\"6122\" data-end=\"6145\">PP No. 7 Tahun 2021<\/strong>, skala usaha dibedakan menjadi:<\/p>\n<div class=\"_tableContainer_16hzy_1\">\n<div class=\"_tableWrapper_16hzy_14 group flex w-fit flex-col-reverse\" tabindex=\"-1\">\n<table class=\"w-fit min-w-(--thread-content-width)\" data-start=\"6179\" data-end=\"6615\">\n<thead data-start=\"6179\" data-end=\"6248\">\n<tr data-start=\"6179\" data-end=\"6248\">\n<th data-start=\"6179\" data-end=\"6193\" data-col-size=\"sm\">Skala Usaha<\/th>\n<th data-start=\"6193\" data-end=\"6231\" data-col-size=\"sm\">Modal Usaha (selain tanah\/bangunan)<\/th>\n<th data-start=\"6231\" data-end=\"6248\" data-col-size=\"sm\">Omzet Tahunan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody data-start=\"6321\" data-end=\"6615\">\n<tr data-start=\"6321\" data-end=\"6391\">\n<td data-start=\"6321\" data-end=\"6335\" data-col-size=\"sm\">Mikro<\/td>\n<td data-start=\"6335\" data-end=\"6373\" data-col-size=\"sm\">\u2264 Rp1 miliar<\/td>\n<td data-start=\"6373\" data-end=\"6391\" data-col-size=\"sm\">\u2264 Rp2 miliar<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"6392\" data-end=\"6467\">\n<td data-start=\"6392\" data-end=\"6406\" data-col-size=\"sm\">Kecil<\/td>\n<td data-start=\"6406\" data-end=\"6444\" data-col-size=\"sm\">&gt; Rp1 \u2013 Rp5 miliar<\/td>\n<td data-start=\"6444\" data-end=\"6467\" data-col-size=\"sm\">&gt; Rp2 \u2013 Rp15 miliar<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"6468\" data-end=\"6544\">\n<td data-start=\"6468\" data-end=\"6482\" data-col-size=\"sm\">Menengah<\/td>\n<td data-start=\"6482\" data-end=\"6520\" data-col-size=\"sm\">&gt; Rp5 \u2013 Rp10 miliar<\/td>\n<td data-start=\"6520\" data-end=\"6544\" data-col-size=\"sm\">&gt; Rp15 \u2013 Rp50 miliar<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"6545\" data-end=\"6615\">\n<td data-start=\"6545\" data-end=\"6559\" data-col-size=\"sm\">Besar<\/td>\n<td data-start=\"6559\" data-end=\"6597\" data-col-size=\"sm\">&gt; Rp10 miliar<\/td>\n<td data-start=\"6597\" data-end=\"6615\" data-col-size=\"sm\">&gt; Rp50 miliar<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div class=\"sticky end-(--thread-content-margin) h-0 self-end select-none\">\n<div class=\"absolute end-0 flex items-end\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p data-start=\"6617\" data-end=\"6742\">Jika holding ingin langsung dikategorikan sebagai usaha menengah atau besar, maka nilai modal disetor harus menyesuaikan. Keuntungannya dari pemilihan skala usaha menengah s.d besar, biasanya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul data-start=\"6760\" data-end=\"6869\">\n<li data-start=\"6760\" data-end=\"6797\">\n<p data-start=\"6762\" data-end=\"6797\">Bisa mengikuti tender proyek besar,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6798\" data-end=\"6834\">\n<p data-start=\"6800\" data-end=\"6834\">Mendapat akses perbankan korporat,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6835\" data-end=\"6869\">\n<p data-start=\"6837\" data-end=\"6869\">Berhak atas insentif pemerintah.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"6876\" data-end=\"6931\">e. <strong data-start=\"6883\" data-end=\"6931\">Pendekatan Praktis: Simulasi Penentuan Modal<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"6933\" data-end=\"7053\">Berikut pendekatan yang sering digunakan oleh praktisi hukum dan keuangan dalam menentukan modal untuk perusahaan induk:<\/p>\n<ol data-start=\"7055\" data-end=\"7632\">\n<li data-start=\"7055\" data-end=\"7266\">\n<p data-start=\"7058\" data-end=\"7076\"><strong data-start=\"7058\" data-end=\"7076\">Modal Disetor:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"7080\" data-end=\"7266\">\n<li data-start=\"7080\" data-end=\"7145\">\n<p data-start=\"7082\" data-end=\"7145\">Minimal = Akumulasi nilai penguasaan 51% saham anak perusahaan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7149\" data-end=\"7266\">\n<p data-start=\"7151\" data-end=\"7266\">Misal: Total nilai saham 6 anak perusahaan = Rp100 miliar \u2192 maka modal disetor holding sebaiknya <strong data-start=\"7248\" data-end=\"7265\">\u2265 Rp51 miliar <\/strong>(dengan mempertimbangkan aspek valuasi)<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"7268\" data-end=\"7471\">\n<p data-start=\"7271\" data-end=\"7287\"><strong data-start=\"7271\" data-end=\"7287\">Modal Dasar:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"7291\" data-end=\"7471\">\n<li data-start=\"7291\" data-end=\"7399\">\n<p data-start=\"7293\" data-end=\"7399\">Umumnya ditetapkan <strong data-start=\"7312\" data-end=\"7332\">4x modal disetor<\/strong>, agar perusahaan masih memiliki ruang untuk penerbitan saham baru.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7403\" data-end=\"7471\">\n<p data-start=\"7405\" data-end=\"7471\">Maka: Jika modal disetor Rp51 miliar \u2192 modal dasar = Rp204 miliar.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"7473\" data-end=\"7632\">\n<p data-start=\"7476\" data-end=\"7515\"><strong data-start=\"7476\" data-end=\"7515\">Penempatan Saham (Share Placement):<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"7519\" data-end=\"7632\">\n<li data-start=\"7519\" data-end=\"7632\">\n<p data-start=\"7521\" data-end=\"7632\">Saham dapat ditempatkan secara bertahap (dalam portepel), sesuai rencana pengembangan dan struktur kepemilikan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2 data-start=\"8795\" data-end=\"8849\"><strong data-start=\"8798\" data-end=\"8849\">4. Prinsip-Prinsip yang Perlu Dipegang<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"8851\" data-end=\"9007\">Menentukan modal dasar dan disetor perusahaan induk bukan hanya soal \u201cberapa cukup untuk bisa didirikan?\u201d, melainkan menyangkut pertanyaan yang lebih besar:<\/p>\n<ul data-start=\"9009\" data-end=\"9242\">\n<li data-start=\"9009\" data-end=\"9074\">\n<p data-start=\"9011\" data-end=\"9074\">Apakah holding ini akan langsung mengendalikan anak perusahaan?<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"9075\" data-end=\"9120\">\n<p data-start=\"9077\" data-end=\"9120\">Apakah perusahaan akan IPO dalam 3\u20135 tahun?<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"9121\" data-end=\"9166\">\n<p data-start=\"9123\" data-end=\"9166\">Apakah holding akan menerima investor baru?<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"9167\" data-end=\"9242\">\n<p data-start=\"9169\" data-end=\"9242\">Apakah akan ada struktur ESOP (kepemilikan saham karyawan) di masa depan?<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"9244\" data-end=\"9377\">Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan sangat mempengaruhi <strong data-start=\"9308\" data-end=\"9325\">besaran modal<\/strong>, <strong data-start=\"9327\" data-end=\"9346\">cara penyetoran<\/strong>, dan <strong data-start=\"9352\" data-end=\"9376\">struktur kepemilikan<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"9379\" data-end=\"9468\">Sebagai penutup, berikut prinsip-prinsip praktis dalam menentukan modal perusahaan induk:<\/p>\n<ol data-start=\"9470\" data-end=\"9828\">\n<li data-start=\"9470\" data-end=\"9572\">\n<p data-start=\"9473\" data-end=\"9572\">Pilih KBLI dengan cermat, hindari KBLI yang mensyaratkan modal besar kecuali memang dibutuhkan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"9573\" data-end=\"9629\">\n<p data-start=\"9576\" data-end=\"9629\">Pastikan bukti penyetoran dana lengkap,\u00a0 legal dan terdokumentasikan dengan baik.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"9630\" data-end=\"9702\">Susun struktur modal dasar dan disetor sesuai dengan proyeksi usaha kedepan.<\/li>\n<li data-start=\"9775\" data-end=\"9828\">\n<p data-start=\"9778\" data-end=\"9828\">Libatkan legal &amp; financial advisor sejak awal.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2 data-start=\"8795\" data-end=\"8849\"><strong data-start=\"8798\" data-end=\"8849\">5. Penutup\u00a0<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"5265\" data-end=\"5590\">Meskipun tidak ada peraturan yang secara spesifik mengatur besaran saham untuk pembentukan perusahaan induk, namun modal dasar dan disetor perusahaan induk harus disusun dengan strategi dan arah bisnis yang jelas. Hal ini dikarenakan setiap angka dalam akta pendirian memiliki dampak jangka panjang, mulai dari penguasaan saham, konsolidasi, struktur perpajakan, hingga citra profesional perusahaan.<\/p>\n<p data-start=\"5592\" data-end=\"5809\">Demikian, semoga bermanfaat!<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cBu Lita, owner kami memutuskan untuk membentuk satu perusahaan induk untuk mempermudah pengendalian terhadap perusahaan-perusahaan yang sudah berdiri. Tapi, kalau perusahaan induk baru dibuat belakangan kayak gini, modalnya berapa ya, Bu?&#8221; Pertanyaan seperti ini sangat umum muncul di meja diskusi hukum dan bisnis ketika sebuah grup usaha ingin melakukan restrukturisasi. Pendirian holding company (perusahaan induk) [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3358,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[],"class_list":["post-3357","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-perusahaan-dan-penanaman-modal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3357","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3357"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3357\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3361,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3357\/revisions\/3361"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3358"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}