{"id":3366,"date":"2025-08-27T10:58:42","date_gmt":"2025-08-27T03:58:42","guid":{"rendered":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/?p=3366"},"modified":"2025-08-27T11:08:38","modified_gmt":"2025-08-27T04:08:38","slug":"bolehkah-perusahaan-induk-memiliki-kbli-lain-selain-kbli-aktivitas-perusahaan-holding","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/bolehkah-perusahaan-induk-memiliki-kbli-lain-selain-kbli-aktivitas-perusahaan-holding\/","title":{"rendered":"Bolehkah Perusahaan Induk Memiliki KBLI Lain Selain KBLI Aktivitas Perusahaan Holding?"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201cBu Lita, kami berencana membuat Perusahaan Induk yang akan mengambil alih saham milik owner di tujuh perusahaannya. Saya cek kalau Perusahaan Induk itu ada KBLI Perusahaan Holding. Nah, kalau perusahaan induk ini mau menambahkan KBLI lain, boleh tidak Bu?\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Pertanyaan ini sangat relevan, terutama bagi para pemilik bisnis yang ingin merapikan struktur kepemilikan usahanya. Membentuk <strong data-start=\"716\" data-end=\"754\">perusahaan induk (holding company)<\/strong> bukan hanya tren, melainkan strategi manajemen yang sudah banyak dipraktikkan di berbagai negara, termasuk Indonesia.<\/p>\n<h4 data-start=\"881\" data-end=\"925\">Mengapa Membentuk Perusahaan Induk?<\/h4>\n<p data-start=\"927\" data-end=\"991\">Beberapa manfaat utama membentuk perusahaan induk antara lain:<\/p>\n<ol data-start=\"993\" data-end=\"1384\">\n<li data-start=\"993\" data-end=\"1094\">\n<p data-start=\"996\" data-end=\"1094\"><strong data-start=\"996\" data-end=\"1022\">Mempermudah pengawasan<\/strong> karena kepemilikan anak perusahaan terkonsolidasi dalam satu entitas,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1095\" data-end=\"1195\">\n<p data-start=\"1098\" data-end=\"1195\"><strong data-start=\"1098\" data-end=\"1139\">Melindungi owner dari risiko langsung<\/strong>, karena kepemilikan pribadi digantikan oleh PT induk,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1196\" data-end=\"1303\">\n<p data-start=\"1199\" data-end=\"1303\"><strong data-start=\"1199\" data-end=\"1232\">Membuka jalan restrukturisasi<\/strong> seperti merger, akuisisi, atau spin-off dengan lebih rapi dan legal,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1304\" data-end=\"1384\">\n<p data-start=\"1307\" data-end=\"1384\"><strong data-start=\"1307\" data-end=\"1335\">Meningkatkan tata kelola<\/strong> melalui pengendalian strategi di tingkat grup.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 data-start=\"1765\" data-end=\"1811\"><strong data-start=\"1768\" data-end=\"1809\">Perusahaan Induk Menurut OSS dan KBLI<\/strong><\/h4>\n<p data-start=\"1813\" data-end=\"1949\">Dalam <strong data-start=\"1819\" data-end=\"1830\">OSS-RBA<\/strong>, perusahaan induk dikategorikan ke dalam <strong data-start=\"1872\" data-end=\"1917\">KBLI 64200 \u2013 Aktivitas Perusahaan Holding<\/strong>. Kriteria usaha ini meliputi:<\/p>\n<ol data-start=\"1951\" data-end=\"2248\">\n<li data-start=\"1951\" data-end=\"2009\">\n<p data-start=\"1954\" data-end=\"2009\">Menguasai aset dari sekelompok perusahaan subsidiari,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2010\" data-end=\"2148\">\n<p data-start=\"2013\" data-end=\"2148\">Kegiatan utamanya terbatas pada kepemilikan dan pengendalian, sehingga holding tidak ikut langsung dalam operasional anak perusahaan,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2149\" data-end=\"2248\">\n<p data-start=\"2152\" data-end=\"2248\">Dapat memberikan jasa penasihat dan negosiasi, misalnya dalam perencanaan merger dan akuisisi.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"2250\" data-end=\"2494\">Dengan definisi ini, OSS memandang perusahaan induk sebagai entitas yang berperan mengendalikan anak usaha, bukan mengoperasikan bisnis sehari-hari. Karena itu, bila tujuan utamanya memang menjadi holding, maka <strong data-start=\"2461\" data-end=\"2491\">KBLI utama sebaiknya 64200<\/strong>.<\/p>\n<h4 data-start=\"2501\" data-end=\"2539\"><strong data-start=\"2504\" data-end=\"2537\">Perusahaan Induk Menurut PSAK<\/strong><\/h4>\n<p data-start=\"2541\" data-end=\"2727\">Jika dilihat dari sisi akuntansi, status induk diatur dalam <strong data-start=\"2601\" data-end=\"2644\">PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian<\/strong>. PSAK tidak menilai dari KBLI, tetapi dari <strong data-start=\"2688\" data-end=\"2724\">substansi pengendalian (control)<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"2729\" data-end=\"2779\">Suatu perusahaan dianggap sebagai induk apabila:<\/p>\n<ol data-start=\"2781\" data-end=\"3026\">\n<li data-start=\"2781\" data-end=\"2877\">\n<p data-start=\"2784\" data-end=\"2877\">Memiliki kekuasaan atas entitas lain (misalnya karena menguasai &gt;50% saham atau hak suara),<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2878\" data-end=\"2958\">\n<p data-start=\"2881\" data-end=\"2958\">Berhak atas imbal hasil variabel dari keterlibatan dengan entitas tersebut,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2959\" data-end=\"3026\">\n<p data-start=\"2962\" data-end=\"3026\">Mampu menggunakan kekuasaan itu untuk memengaruhi imbal hasil.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"3028\" data-end=\"3178\">Dengan kata lain, bahkan jika perusahaan tidak menuliskan KBLI 64200, selama memenuhi unsur kontrol, ia tetap dianggap induk dalam laporan keuangan.<\/p>\n<h4 data-start=\"3185\" data-end=\"3229\"><strong data-start=\"3188\" data-end=\"3227\">Apakah Boleh Menambahkan KBLI Lain?<\/strong><\/h4>\n<p data-start=\"3231\" data-end=\"3406\">Jawabannya adalah <strong data-start=\"3249\" data-end=\"3258\">boleh<\/strong>. Tidak ada larangan bagi perusahaan induk untuk menambahkan KBLI lain, bahkan menjadikannya KBLI utama. Namun, tambahan KBLI membawa konsekuensi:<\/p>\n<ol data-start=\"3408\" data-end=\"3912\">\n<li data-start=\"3408\" data-end=\"3631\">\n<p data-start=\"3411\" data-end=\"3631\"><strong data-start=\"3411\" data-end=\"3454\">LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal)<\/strong><br data-start=\"3454\" data-end=\"3457\" \/>Jika holding menambahkan KBLI operasional, maka LKPM harus diisi aktif. Berbeda dengan holding murni, yang bisa mengisi LKPM \u201cnol\u201d karena tidak ada kegiatan operasional.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3633\" data-end=\"3774\">\n<p data-start=\"3636\" data-end=\"3774\"><strong data-start=\"3636\" data-end=\"3662\">Izin sektoral tambahan<\/strong><br data-start=\"3662\" data-end=\"3665\" \/>KBLI tertentu, misalnya perdagangan besar atau jasa tertentu, memerlukan izin sektoral sesuai bidangnya.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3776\" data-end=\"3912\">\n<p data-start=\"3779\" data-end=\"3912\"><strong data-start=\"3779\" data-end=\"3798\">Kewajiban pajak<\/strong><br data-start=\"3798\" data-end=\"3801\" \/>KBLI tambahan yang bersifat operasional akan menimbulkan kewajiban pajak sesuai aktivitas bisnis tersebut.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h4 data-start=\"3919\" data-end=\"3961\"><strong data-start=\"3922\" data-end=\"3959\">KBLI Tambahan yang Umum Digunakan<\/strong><\/h4>\n<p data-start=\"3963\" data-end=\"4118\">Dalam praktik, perusahaan induk biasanya menambahkan KBLI dengan risiko rendah atau yang hanya digunakan untuk melayani kebutuhan internal grup, seperti:<\/p>\n<ul data-start=\"4120\" data-end=\"4275\">\n<li data-start=\"4120\" data-end=\"4161\">\n<p data-start=\"4122\" data-end=\"4161\"><strong data-start=\"4122\" data-end=\"4131\">70209<\/strong>: Jasa konsultasi manajemen,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4162\" data-end=\"4202\">\n<p data-start=\"4164\" data-end=\"4202\"><strong data-start=\"4164\" data-end=\"4173\">82110<\/strong>: Jasa administrasi kantor,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4203\" data-end=\"4275\">\n<p data-start=\"4205\" data-end=\"4275\"><strong data-start=\"4205\" data-end=\"4235\">Perdagangan besar tertentu<\/strong>, bila memang ada kebutuhan strategis.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h4 data-start=\"4282\" data-end=\"4326\"><strong data-start=\"4285\" data-end=\"4324\">Praktik di Lapangan: Dua Pendekatan<\/strong><\/h4>\n<p data-start=\"4328\" data-end=\"4392\">Ada dua model yang umum dipakai perusahaan induk di Indonesia.<\/p>\n<h5 data-start=\"4394\" data-end=\"4416\"><strong data-start=\"4394\" data-end=\"4414\">1. Holding murni<\/strong><\/h5>\n<ul data-start=\"4418\" data-end=\"4515\">\n<li data-start=\"4418\" data-end=\"4440\">\n<p data-start=\"4420\" data-end=\"4440\">KBLI utama: 64200,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4441\" data-end=\"4515\">\n<p data-start=\"4443\" data-end=\"4515\">KBLI lain hanya penunjang, dan biasanya tidak dijalankan secara aktif.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4517\" data-end=\"4815\">Contoh: sebuah grup properti mendirikan induk dengan KBLI utama 64200. Perusahaan ini hanya memegang saham anak usaha (developer, kontraktor, dan pengelola mall). KBLI jasa konsultasi manajemen ditambahkan, tapi hanya digunakan untuk koordinasi internal, bukan untuk mencari pendapatan eksternal.<\/p>\n<h5 data-start=\"4817\" data-end=\"4861\"><strong data-start=\"4817\" data-end=\"4859\">2. Holding sekaligus operating company<\/strong><\/h5>\n<ul data-start=\"4863\" data-end=\"4986\">\n<li data-start=\"4863\" data-end=\"4940\">\n<p data-start=\"4865\" data-end=\"4940\">KBLI utama: dipilih dari bidang operasional (misalnya perdagangan besar),<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4941\" data-end=\"4986\">\n<p data-start=\"4943\" data-end=\"4986\">KBLI 64200 dicantumkan sebagai pendukung.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4988\" data-end=\"5438\">Contoh: sebuah grup distribusi consumer goods mendirikan perusahaan induk dengan KBLI utama perdagangan besar. Dengan begitu, perusahaan tetap dapat beroperasi aktif sebagai importir dan distributor. Dalam AD juga ditambahkan KBLI 64200 agar dapat memayungi saham di anak usaha manufaktur dan logistik. Strategi ini sah, tapi konsekuensinya perusahaan wajib mengisi LKPM aktif, mengurus izin impor, serta membayar pajak sesuai kegiatan operasional.<\/p>\n<h4 data-start=\"5445\" data-end=\"5464\"><strong data-start=\"5448\" data-end=\"5462\">Kesimpulan<\/strong><\/h4>\n<ol data-start=\"5466\" data-end=\"5836\">\n<li data-start=\"5466\" data-end=\"5556\">\n<p data-start=\"5469\" data-end=\"5556\"><strong data-start=\"5469\" data-end=\"5489\">Menurut OSS\/KBLI<\/strong> \u2192 perusahaan induk identik dengan KBLI 64200 sebagai KBLI utama.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5557\" data-end=\"5680\">\n<p data-start=\"5560\" data-end=\"5680\"><strong data-start=\"5560\" data-end=\"5576\">Menurut PSAK<\/strong> \u2192 perusahaan induk adalah entitas yang mengendalikan anak perusahaan, tanpa peduli KBLI yang dipilih.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5681\" data-end=\"5836\">\n<p data-start=\"5684\" data-end=\"5836\"><strong data-start=\"5684\" data-end=\"5701\">Dalam praktik<\/strong> \u2192 KBLI lain boleh ditambahkan, bahkan dijadikan KBLI utama. Tetapi, setiap pilihan membawa konsekuensi hukum, izin, LKPM, dan pajak.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"5838\" data-end=\"6055\">Dengan kata lain, perusahaan induk memang boleh memiliki KBLI lain, bahkan sebagai KBLI utama. Pilihannya kembali kepada strategi: apakah ingin menjadi <strong data-start=\"5990\" data-end=\"6007\">holding murni<\/strong> atau <strong data-start=\"6013\" data-end=\"6052\">holding sekaligus operating company<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"6057\" data-end=\"6266\">Holding yang sehat adalah holding yang konsisten: berperan sebagai payung strategis, menjaga arah grup usaha, dan memastikan tata kelola berjalan dengan baik, bukan menumpuk beban operasional di level induk.<\/p>\n<p data-start=\"6275\" data-end=\"6394\">\u270d\ufe0f <em data-start=\"6278\" data-end=\"6328\">#TanyaBuLita | Legal Insight for Business Owners<\/em><br data-start=\"6328\" data-end=\"6331\" \/>#KlikLegal #LegalForBusiness #OSS #KBLI #HoldingCompany #PSAK<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cBu Lita, kami berencana membuat Perusahaan Induk yang akan mengambil alih saham milik owner di tujuh perusahaannya. Saya cek kalau Perusahaan Induk itu ada KBLI Perusahaan Holding. Nah, kalau perusahaan induk ini mau menambahkan KBLI lain, boleh tidak Bu?\u201d Pertanyaan ini sangat relevan, terutama bagi para pemilik bisnis yang ingin merapikan struktur kepemilikan usahanya. Membentuk [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3367,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3366","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-laws"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3366","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3366"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3366\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3371,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3366\/revisions\/3371"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/litaparomitasiregar.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}