Kemarin sore (19/09) saya membaca berita Shopee melakuKan PHK terhadap 3% karyawannya karena alasan efisiensi.
Bagi saya, PHK sebanyak atau sesedikit apapun karena alasan efisiensi selalu menjadi kabar menyedihkan. Mengapa demikian? Karena hubungan karyawan dengan perusahaan bisa jadi sangat baik, sehingga menjadi sangat sulit ketika memutuskan siapa yang harus di-PHK menjadi lebih berat.
Namun, ada pelajaran yang dapatkan pada medio 2018 berdiskusi dengan Bapak Ahmad Sadat , President Asiavesta Strategic Investment, saat beliau harus melakukan PHK atas kurang lebih 100 karyawan di beberapa cabang perusahaa.
Begini kata beliau (redaksional tidak persis sama karena sudah berlalu sangat lama):
“Dengan berat hati harus melakukan PHK untuk menyelamatkan sisa yang bisa diselamatkan, jujur ini sangat berat, saya merasa bersalah kepada karyawan yang terdampak PHK karena tidak bisa mempekerjakan mereka. Mereka sudah seperti keluarga, saya memikirkan bagaiman nasib keluarganya nanti.
Tapi, kemudian saya istighfar, jangan-jangan saya ini sombong, karena saya merasa bahwa sayalah memberi rezeki kepada 100 orang tersebut, padahal bukan.
Padahal, saya tidak pernah tahu, mungkin selepas dari bekerja disini, ternyata Allah memberikan rezeki yang lebih berlimpah kepada mereka, ada rencana Allah yang lebih baik untuk mereka, jadi saya mohon BPLawyers Counselors at Law membantu untuk proses ini dan berikan hak mereka atas PHK ini tanpa kurang satu apapun“
Ucapan beliau sampai sekarang masih saya ingat dan saya tanamkan apabila firma hukum kami harus membantu proses PHK karena efisiensi.
Bahwa, rezeki adalah datangnya dari Allah dan PHK dimaknai sebagai berpindah dari takdir Allah yang satu ke takdir Allah yang lain.
Terima kasih atas pelajarannya, Pak.
Akhir kata, semoga karyawan yang yang terkena PHK diberikan rezeki yang lebih baik di tempat yang baru.
Aamiin yaa rabbal’alamiin



