“Kesulitan maupun kesalahan dalam penyampaian LKPM seringkali bukan baru muncul pada saat akan mulai pelaporan, tapi sudah dimulai sejak pengajuan Perizinan Berusaha.”

Hal tersebut menjadi salah satu poin yang saya sampaikan sebagai pembicara dalam acara “Bimbingan Teknis OSS-RBA dan Pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bagi Pelaku Usaha Kota Cimahi,” yang diselenggarakan oleh DPMPTSP Kota Cimahi pada 12 Maret 2025 lalu.
Dalam praktiknya, pelaku usaha kerap kurang cermat dalam mengisi rencana investasi, mulai dari nilai modal tetap, modal kerja, hingga target waktu mulai produksi. Padahal, data tersebut menjadi dasar evaluasi saat penyampaian dan penentuan persetujuan LKPM oleh Kementerian Investasi/BKPM.
Sebagai ilustrasi, terdapat perusahaan jasa yang mencantumkan rencana modal tetap sebesar Rp5 miliar dengan target mulai produksi dalam 1 tahun. Namun, dalam realisasinya, kebutuhan modal tetap hanya sekitar Rp500 juta.
Akibatnya, ketika mendekati tahap produksi, pelaku usaha tidak mampu merealisasikan 90% dari rencana modal tetap tersebut. Dampaknya, pelaku usaha tidak dapat masuk ke tahap produksi dalam LKPM pada periode pelaporan karena realisasi belum mencapai ±90% dari rencana awal.
Sebaliknya, ketika nilai rencana investasi dicantumkan lebih kecil dari kebutuhan sebenarnya, pelaku usaha justru dapat menghadapi kendala lain. Saat realisasi investasi melebihi nilai yang direncanakan, sistem LKPM dapat menolak pencatatan tambahan tersebut karena dianggap melampaui kapasitas produksi yang terdaftar pertama kali. Dampaknya, pelaku usaha perlu mengajukan perubahan atau perluasan perizinan terlebih dahulu.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ketidaktepatan pada tahap awal tidak sekadar bersifat administratif, tetapi berdampak langsung pada status kepatuhan dan keberlanjutan usaha.
Dalam OSS-RBA, data yang disampaikan di awal bukan hanya rencana, melainkan komitmen yang akan diuji dalam pelaporan LKPM.
Demikian, semoga bermanfaat dan jangan lupa menyampaikan LPKM Triwulan I Tahun 2026 mulai tanggal 1 April 2026 mendatang.




