Musibah dan Syukur

HOME / ARTIKEL HUKUM

Musibah dan Syukur

Saat kita (merasa) ditimpa musibah, Allah Swt mengajarkan agar kita kembali mengingat-Nya, bahwasanya kita dan apa yang kita cintai pada akhirnya akan kembali kepada Allah Swt melalui kalimat ‘Istirja’ yang berbunyi, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (“Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali”).

Istirja, suatu kalimat penyerahan diri yang disertai dengan iman bahwasanya musibah hanya bersifat sementara saja, sebab pada akhirnya kita akan kembali pada yang Allah Swt yang Maha Kekal dan  hanya bersama Allah Swt kita bisa mendapatkan ketenangan kehidupan yang sesungguhnya.

Maka, bersyukurlah insan yang masih dapat mengingat kalimat istirja, sebab bila telah lupa kalimat tersebut dari akal pikirannya, musibah akan membuat ia lupa bahwasanya musibah hanyalah batu kecil dalam perjalanan singkat kita didunia.

Maka, bersyukurlah orang-orang yang masih dapat mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un”, sebab bila lidah telah kelu mengucapkannya maka batu kecil bernama musibah tersebut akan menjerumuskan kita jauh semakin dalam dalam kesesatan.

Maka, bersyukurlah orang-orang yang masih dapat menghayati kalimat istirja, sebab dengan iman tersebut ia dapat kembali mengintrospeksi kehidupan dan amal-ibadahya. Mengintrospeksi betapa selama ini Allah Swt telah sangat baik pada dirinya.

Maka, bersyukulah kepada Allah Swt yang memberikan hidayah kepada kita untuk mengingat, mengucapkan, mengimani dan mengimplementasikan spirit dari kalimat Istirja.

Jumat berkah, mari kembali memaknai musibah dan syukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pencarian
Artikel Terbaru

Artikel Terkait